Custom Search

Gadis 'ghaib' SMS dari kubur

NAJIB Abdullah Ghani mengubati Siti Balqis sambil diperhatikan Adun Jabi, Ramlan Ali (dua dari kanan) di rumah di Kampung Gong Nangka, Apal, Jertih, malam tadi.


JERTIH: "Ibu cepatlah datang segera ke kubur, Siti takut tiada orang lain di sini." Itulah khidmat pesanan ringkas (SMS) yang dihantar Siti Balqis Mohd Nor, gadis yang mendakwa sering ghaib dari rumah selepas tiba-tiba menyedari berada di perkuburan Kampung Bukit Kenak, kira-kira lima kilometer dari rumahnya tiga hari sebelum Aidilfitri lalu.

Siti Balqis (atas), 22, yang menghadapi gangguan misteri sejak dua bulan lalu menyebabkannya sering ghaib dari rumahnya di Kampung Gong Nangka, Apal, di sini mendakwa ketika itu telefon bimbit yang ada bersamanya menunjukkan jam 2 pagi.

“Namun, saya tidak tahu bagaimana boleh berada di tanah perkuburan dan lebih dahsyat saya berada di dua tanah perkuburan pada malam itu.
Selepas tersedar berada di kubur Kampung Bukit Kenak, saya tiba-tiba berada pula di kubur Kampung Gong Rengas, kira-kira 10 kilometer dari rumah kami,” katanya ketika ditemui semalam.

Siti Balqis mendakwa hanya mengetahui kisah kubur berkenaan apabila dibawa semula ke kawasan berkenaan, tetapi hingga kini tidak tahu siapa yang membawanya, apa yang dilihat dan dilakukannya sepanjang lima hingga enam jam berada ‘di alam ghaib’.

Namun, Siti Balqis mendakwa sepanjang di tanah perkuburan itu, dia mendengar orang menangis, meminta tolong dan mengaji al-Quran.

Sementara itu, ibunya, Norizan Said, 47, berkata, pada malam mendapat SMS Siti Balqis, beliau bersama suami serta seorang lagi anaknya bergegas ke kubur berkenaan, tetapi selepas puas mencari, mereka tidak menemuinya.
“Kami bergegas pula ke kubur di Kampung Gong Rengas dan di satu kubur baru, ada bekas seperti diduduki seseorang, tetapi Siti tiada di situ,” katanya dan menambah mereka kemudian ke Balai Polis Jertih pada jam 5 pagi untuk membuat laporan.

Bagaimanapun, sejurus masuk ke rumah kira-kira jam 6 pagi, Siti muncul di depan rumah dengan tubuhnya dibasahi air dan baju berlumuran tanah merah.

Kisah Siti Balqis menggemparkan penduduk daerah ini hinggakan ramai yang sukarela membantu berjaga bersama keluarganya selepas anak sulung empat beradik itu dikatakan ghaib ke pelbagai tempat termasuk siling rumah, atas pokok, dalam mesin pembancuh simen dan atas kubur.

Siti Balqis juga mendakwa dia luka pada tangan dan kaki ketika berada di sebuah mesin pembancuh simen tidak jauh dari rumah dan ketika di atas pokok manggis, di belakang rumahnya.

Dia juga mendakwa ternampak saudara mara dan orang kampung mencarinya, malah ketika berada di sebuah rumah tinggal, dia menyentuh bapa saudaranya tetapi tidak perasan kehadirannya.

Malam tadi, Norizan menggunakan khidmat tujuh bomoh untuk mengubati anaknya secara tradisional dan wakil Berita Harian turut berada di rumah Siti Balqis bagi meninjau dan memastikan dakwaan dia ghaib.

Sementara itu, kalangan ahli agama di negeri ini berpendapat kejadian itu mungkin disebabkan gangguan jin yang cuba merosak keimanan manusia dan cara terbaik mengatasinya ialah amalan zikir dan membaca al-Quran serta solat hajat dan tahajud.

Timbalan Pengerusi Jawatankuasa Agama dan Penerangan negeri, Muhammad Ramli Nuh, berkata kejadian adalah luar biasa tetapi perlu dilihat secara positif dari sudut agama.

Muhammad Ramli berkata, cara terbaik mengatasinya ialah ahli keluarga Siti Balqis sentiasa berdoa kepada Allah meminta dilindungi daripada perbuatan sihir dan diganggu syaitan.

Timbalan Pesuruhjaya Hal Ehwal Agama Negeri (Operasi), Omar Musa, pula berkata apa yang dialami Siti Balqis itu mungkin ada kaitan dengan gangguan makhluk halus.

Katanya, keluarga mangsa hendaklah bersabar dan mendapatkan rawatan alternatif perubatan Islam bagi membolehkannya tidak lagi diganggu oleh makhluk halus.

“Tetapi, perlu diingatkan jangan sekali-kali beranggapan apa yang terjadi terhadap Siti Balqis ada kaitan dengan keramat kerana ada makhluk jin yang mahu merosakkan dan menyesatkan pemikiran dan akidah orang Islam,” katanya.
You might also like:

Read more...

Mayat Bayi Di Makan Anjing





MADIUN - Potongan tangan dan kaki bayi yang diduga baru berumur satu hari ditemukan di ladang milik warga lereng Gunung Wilis, Madiun, Jawa Timur, Senin (27/6). Dugaan sementara bayi ini sengaja dibuang orang tuanya dan potongan organ tubuh bayi ini ditemukan setelah dimakan anjing.

Selain menemukan satu potong tangan kiri, warga juga menemukan dua potong kaki bayi. Bahkan di tempat terpisah, warga juga menemukan kepingan tengkorak yang berserakan. Warga langsung melaporkan penemuan itu kepada polisi. Menurut warga, potongan organ tubuh bayi ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB.

Penemuan potongan tubuh bayi bermula ketika anjing milik warga menggongong sambil membawa potong tangan. Pemilik anjing, Sunaryo kaget dan langsung mengejar binantang miliknya. "Saat masih pagi anjing saya menggongong terus saya ikuti. Anjing saya ke sini, terus menemukan tangan bayi ini," katanya.

Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, potongan tangan dan kaki bayi dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit dokter Soedhono Madiun. Sementara itu polisi ke pusat kesehatan masyarakat mencatat warga Dusun Jajar dan sekitarnya yang tengah hamil. Ini untuk mengetahui siapa pelaku pembuangan bayi ini.
You might also like:

Read more...

Pisang Tak Berbatang Langsung Muncul dari Tanah

Seorang warga melihat tandan berikut buah pisang aneh yang hidup tanpa batang di Desa Ladang Panjang, Kecamatan Babat Toman, Muba, Minggu (26/6/2011).





MUSI BANYUASIN - Fenomena tidak biasa, menarik perhatian warga Dusun V Desa Ladang Panjang, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Tepat di belakang rumah milik Anto (70), terdapat beberapa tandan pisang berikut buahnya muncul langsung dari dalam tanah.

Bentuknya tidak jauh beda dengan pisang pada umumnya, namun pisang ini tidak memiliki batang atau pohon. Padahal di sekitarnya ada beberapa pohon pisang lainnya yang tumbuh normal dan berbuah seperti biasa.

Desa tempat pisang aneh ini tumbuh terletak sekitar 7 kilometer dari Desa Kasmaran atau jalan lintas Sekayu-Lubuklinggau. Saat wartawan berkunjung ke lokasi, Minggu (26/6/2011), Sumarni (30), anak kandung pemilik pisang yang dikenal Mbah Anto, mengatakan, pisang tersebut sudah tumbuh dan berbuah sekitar enam bulan lalu.

Bentuknya yang unik dan dianggap aneh banyak menarik perhatian warga sehingga datang untuk melihat dan mengabadikan gambarnya.

"Kami sendiri tidak tahu mengapa bisa tumbuh begitu. Untuk ukuran pisang pada umumnya, seharusnya buah pisang ini sudah masak. Selain itu, walau pun tumbuh hanya 30 cm dari tanah, tidak ada ayam yang mau memakannya," kata Sumarni.

Menurut Sumarni, pisang ini dahulunya ditanam ayahnya. Mulanya, bibit yang ditanam adalah pisang ambon. Namun belakangan bermunculan tandan pisang diringi jantung dan buahnya dalam kondisi kerdil dan tidak mirip pisang ambon melainkan pisang kapas.

Hal senada dikatakan, Safarudin (42) warga setempat yang bermukim tidak jauh dari rumah Mbah Anto pemilik pisang. Karena menganggap piang tersebut aneh, ia bahkan sempat tidur di dekat tumbuhnya pisang tersebut selama beberapa malam.

Ia berharap memperoleh semacam petuah atau ilmu kebatinan dengan upayanya. Sayangnya meski sudah dilakukan berulang-ulang ia tidak mendapatkan apa pun kecuali kenang-kenangan dari kawanan nyamuk malam.

Terlepas dari fenomena tak biasa yang terjadi pada pisang tersebut, keberadaannya tetaplah menjadi hal menarik bagi warga sekitar.

Pisang yang tidak pernah masak meski sudah berusia enam bulan lebih ini dibiarkan saja tumbuh tanpa harus di pagar karena takut dimakan ayam atau binatang lainnya. Sebab sejuah ini belum ada hewan atau binatang yang tertarik untuk memakan buah pisang
ini.

Menurut anak pemiliknya, pisang tersebut akan dibiarkan sampai hilang atau mati sendiri.

Read more...
Related Posts with Thumbnails

VisitorZ

Community Blog

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP